Garansi 10 Tahun
Pengiriman Gratis ke Kota Besar Jawa, Bali dan Sumatera*
Sindrom Putri Tidur (KLS): Gejala dan Penyebab
19 October 2018
sindrom-putri-tidur-inthebox.jpg

Kita pasti sudah tidak asing dengan kisah putri tidur. Nah, tahukah kamu kalau ada sindrom putri tidur atau kleine levin syndrome? Sindrom tidur ini membuat penderitanya tidur dalam jangka waktu yang lama, namun penderitanya tak langsung bangun setelah dicium pangeran seperti di kisah dongeng, ya. Lebih jelasnya kita bahas, yuk!

Apa Itu Sindrom Putri Tidur?

Sindrom putri tidur adalah kelainan saraf langka yang bisa membuat para penderitanya bisa tidur secara berlebihan. Di dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan istilah kleine levin syndrome (KLS). Berhubung sindrom ini cukup langka, jadi memang jumlah penderitanya tidak terlalu banyak.

Penderita sindrom putri tidur akan tidur dalam jangka waktu yang cukup lama atau dikenal juga dengan istilah hypersomnia. Percaya atau tidak, penderitanya bisa tidur lebih dari 20 jam dalam sehari dan ini bisa terjadi selama beberapa hari atau bahkan beberapa bulan.

Penyebab Sindrom Putri Tidur Belum Diketahui

Jika melihat pengertian apa itu sindorm putri tidur, dapat dipastikan bahwa penderitanya akan mengalami kesulitan beraktivitas. Meskipun demikian, mereka akan bisa kembali beraktivitas seperti biasa, namun sindrom ini bisa kembali terulang.

Lalu, apa penyebab sindrom putri tidur?

Dirangkum dari berbagai sumber, penyebab sindrom putri tidur ini belum diketahui secara pasti dan spesifik. Kemungkinan besar, sindrom ini terjadi karena:

  • Gangguan di beberapa bagian otak yang bertugas mengendalikan tidur dan suhu tubuh, seperti hipotalamus dan thalamus.
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Menderita penyakit autoimun
  • Kurangnya pasokan darah ke otak

Seperti yang sudah dijelaskan, belum ada penjelasan pasti mengenai penyebab sindrom putri tidur, jadi penyebab-penyebab yang ada di atas masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Gejala Sindrom Putri Tidur

Setelah mengetahui apa saja penyebabnya, kini saatnya kita ketahui juga apa saja gejalanya agar bisa segera memeriksakan diri ke dokter. Berikut gejala umum sindrom putri tidur:

  • Rasa kantuk yang tak tertahankan
  • Tak bisa mengendalikan keinginan tidur
  • Kesulitan bangun di pagi hari

Ketika ketiga gejala tersebut muncul, penderita KLS hanya akan bangun beberapa kali hanya untuk makan atau ke kamar mandi dan biasanya mereka akan melanjutkan tidurnya.

Tak hanya ketiga hal di atas, nyatanya masih ada gejala sindrom putri tidur lain yang menyertainya, seperti:

  • Merasa kebingungan saat bangun tidur
  • Mudah lelah
  • Sulit mengatur tingkat emosi/mudah marah
  • Sering berhalusinasi
  • Nafsu makan sangat meningkat
  • Hasrat seksual meningkat dan sulit dibendung

Pada beberapa kasus yang terjadi, gejala-gejala tersebut bisa datang dan pergi dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan. Jika sudah semakin parah, maka ada gejala lain, seperti mood yang tidak stabil, depresi, atau bahkan kesulitan mengingat sesuatu.

Perlu kamu ketahui juga kalau gejala sindrom putri tidur tersebut tidak bisa diprediksi kemunculannya. Berbagai sumber juga menyebutkan kalau gejala bisa hilang dengan bertambahnya usia, namun tak menutup kemungkinan akan muncul lagi di kemudian hari.

Melihat sindrom putri tidur ini cukup parah karena membuat penderitanya tak bisa beraktivitas dengan bebas, maka sebaiknya jaga kesehatan mulai dari sekarang. Kamu bisa memulainya dengan memerhatikan waktu dan kualitas tidur agar tubuh selalu fit dan terhindar dari beragam penyakit.

Salah satu cara mudah meningkatkan kualitas tidur adalah dengan menggunakan kasur INTHEBOX dan juga bantal INTHEBOX. Sudah banyak yang membuktikan kalau perlengkapan tidur ini bisa membuat tidur lebih nyenyak dan merasa segar saat bangun tidur!