Garansi 10 Tahun
Pengiriman Gratis ke Kota Besar Jawa, Bali dan Sumatera*
Parasomnia Adalah Kumpulan Gangguan Tidur, Seperti Apa?
31 January 2019
parasomnia-inthebox.jpg

Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah gangguan tidur, tapi pernahkah mendengar apa itu parasomnia? Sekilas, parasomnia adalah kumpulan dari berbagai masalah tidur. Kali ini kita akan bahas apa saja yang termasuk parasomnia dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa Itu Parasomnia?

Parasomnia adalah kumpulan gangguan tidur yang berkaitan dengan kegiatan fisik atau pengalaman yang tidak diinginkan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang baru tertidur, saat sudah terlelap, hingga saat terbangun. Pada umumnya, kasus parasomnia lebih banyak ditemukan pada anak-anak jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Parasomnia juga terjadi pada fase transisi, yaitu antara fase tidur dan bangun. Kondisi ini memang terlihat tidak wajar, namun penderitanya tidak akan merasakan apapun dan tetap tertidur ketika sedang mengalaminya. Penderitanya pun tidak akan menyadari apa yang telat terjadi dan bahkan seringkali akan susah tidur lagi.

Beberapa Gangguan Tidur Parasomnia yang Sering Terjadi

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, parasomnia adalah sekumpulan gangguan tidur. Lalu, apa saja gangguan tidur yang termasuk parasomnia? Sebenarnya ada cukup banyak, namun ini dia beberapa jenis gangguan tidur parasomnia yang sering terjadi dan banyak dialami:

1. Mimpi Buruk

Bisa dikatakan bahwa hampir semua orang mengalami mimpi buruk dan biasanya kejadian ini akan membuat seseorang terbangun dari tidur. Jika sudah sampai level yang cukup parah, maka akan menimbulkan gangguan kecemasan dan akhirnya akan susah tidur (insomnia).

2. Mengigau atau Ngigo

Kondisi ini juga banyak dialami dan biasanya ada yang dalam kondisi setengah sadar. Mengigau atau ngigo memang tidak ada efek samping yang berbahaya secara langsung. Meskipun demikian, kebiasaan ini akan menganggu orang-orang yang ada di sekitar.

3. Tidur Sambil Berjalan (Sleepwalking)

Sesuai dengan namanya, kondisi parasomnia yang satu ini membuat penderitanya jadi tidur sambil berjalan. Ketika penderitanya terbangun, biasanya akan merasa kebingungan karena memang tidak sadar. Bahaya yang bisa timbul akibat tidur sambil berjalan sebenarnya sebatas terjatuh atau menabrak sesuatu.

4. REM Sleep Behavior Disorder

Rapid Eye Movement atau yang disingkat REM adalah fase bermimpi yang membuat seseorang menggerakan tangan dan kaki. Umumnya, penderita REM akan ingat secara detail mengenai mimpi yang dialami dan sebaiknya ini harus segera diatasi.

5. Sleep Paralysis

Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah ketindihan, namun bagaimana dengan sleep paralysis? Sebenarnya ini sama saja. Kondisinya membuat seseorang akan sulit menggerakan anggota tubuh meski mata sudah mulai terbuka. Tidak berbahaya, namun hal ini pastinya menimbulkan ketakutan bagi yang pernah mengalaminya.

6. Confusional Arousals

Parasomnia yang satu ini adalah kondisi yang membuat seseorang merasa kebingungan saat terbangun dari tidur. Tanda confusional arousals adalah membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar beberapa menit untuk mengenali kondisi sekitar ketika bangun tidur.

7. Bruksisme

Bruksisme adalah kebiasaan menggesekan gigi secara berlebihan dan ini dilakukan dalam keadaan tidur. Jika dilakukan secara berlebihan atau sudah parah, maka bisa menyebabkan luka pada gusi. Cara mengetahui bruksisme adalah dengan merasakan saat bangun tidur. Biasanya akan terasa lelah dan tidak nyaman pada otot rahang.

Cara Mengatasi Parasomnia yang Mudah dan Efektif

Setelah mengetahui beberapa kondisi parasomnia, kini ada baiknya kita bahas juga mengenai cara mengatasi parasomnia yang mudah dan efektif. Tentu saja penanganan yang dilakukan akan berbeda-beda, sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.

Cara mudah mengatasi parasomnia adalah:

  • Simpan kasur di lantai agar terhindar dari risiko terjatuh
  • Kunci kamar setiap tidur
  • Jauhkan benda-benda berbahaya dari dalam kamar tidur

Bisa dibilang bahwa poin-poin di atas adalah cara sederhana. Jika kondisi parasomnia dirasa sudah semakin akut, bahkan membahayakan diri sendiri dan orang di sekitar, memang ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

Sebenarnya, efek samping parasomnia bisa diminimalisir dengan mudah. Caranya:

  • Memperbaiki pola dan waktu tidur
  • Kurangi konsumsi kafein menjelang tidur
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan
  • Konsumsi obat secara rutin jika sudah berobat ke dokter

Cara yang paling mudah adalah dengan memperbaiki pola tidur serta mendapatkan tidur yang cukup dan nyenyak. Berkaitan dengan hal ini, kamu bisa menyiasatinya dengan menggunakan kasur yang tepat dan nyaman seperti spring bed INTHEBOX. Sudah banyak yang membuktikan kalau spring bed ini mampu memberikan kenyamanan tidur ekstra, sehingga bisa bangun dengan segar di pagi hari.