Blog - Sejarah Guling: Asal-muasal Sejak Zaman Penjajahan

Sejarah Guling: Asal-muasal Sejak Zaman Penjajahan
07/11/2018 12.07 Comments

Guling nampaknya sudah menjadi teman tidur bagi sebagian besar orang. Bentuknya yang pas untuk dipeluk menjadikan guling sangat diminati karena dapat memberikan kenyamanan ekstra saat tidur. Tahukah kamu? Ternyata sejarah guling cukup panjang, lho!

Ada Sejak Zaman Penjajahan Belanda

Percaya atau tidak, faktanya asal muasal guling sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dengan nama yang unik. Kamu pasti tidak akan menyangkan kalau dulu, guling disebut sebagai “Dutch wife” atau dengan kata lain istri Belanda.

Inthebox mencari berbagai sumber dan menemukan bahwa dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Jejak Langkah, sekilas menjelaskan mengenai sejarah guling. Pada zaman penjajahan tersebut, para pria Belanda dan Eropa yang datang ke Hindia tidak bisa membawa pasangan atau wanita.

Berdasarkan hal tersebut, para pendatang terpaksa menyewa pekerja seks komersial. Lama-kelamaan, para pendatang tidak lagi menyewa pekerja seks dan akhirnya dibuatlah guling sebagai teman tidur sekaligus untuk menyalurkan hasrat seksual.

Asal-muasal Nama Dutch Wife

Seperti yang sudah dibahas sejak awal, pada zaman penjajahan nama Lain Guling adalah “Dutch Wife”. Nama ini dicetuskan oleh Letnan Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stanford Raffles setelah kekuasaan Belanda digantikan oleh Inggris. Bisa dikatakan bahwa “Dutch Wife” lebih seperti ejekan dari tentara Inggris.

Faktanya, guling juga dibutuhkan oleh tentara Inggris ketika berada di Hindia. Tak mau kalah, orang-orang Belanda pun akhirnya kembali mengejek para tentara Inggris dengan menyebut guling sebagai “British Doll” atau dengan kata lain boneka Inggris.

Sejarah Guling Bagian dari Gaya Hidup Golongan Atas

Percaya atau tidak, sejarah guling menujukkan bahwa benda yang satu ini pernah menjadi bagian gaya hidup masyarakat golongan atas. Setelah muncul di zaman penjajahan Belanda, bentuk guling yang seperti sekarang ini muncul sekitar abad ke-18 dan merupakan perpaduan dari budaya Indonesia, Eropa, dan Tiongkok.

Para priyayi atau golongan atas di Hindia ketika itu memang mengikuti kebiasaan dari orang-orang Belanda yang menggunakan guling. Berdasarkan hal inilah guling menjadi benda keren yang jadi gaya hidup masyarakat golongan atas di masanya.

Beda Negara, Beda Guling

Sudah tahu ‘kan asal-muasal guling?

Tentunya guling juga tidak hanya ada di Indonesia, melainkan ada di beberapa negara. Jangan pikir bentuk guling akan sama di setiap negara. Faktanya, bentuk guling bisa berbeda-beda di setiap negara, jadi jika berkunjung ke luar negeri jangan bayangkan bentuk guling seperti yang ada di rumah, ya!

Kita ambil contoh di beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok. Bukan seperti di Indonesia, guling-guling di negara tersebut terbuat dari bambu dan berbentuk memanjang dengan dilengkapi rongga-rongga. Fungsi guling ini dipercaya bisa memperlancar aliran darah dan menyerap keringat di area kaki.

Bukan hanya bentuknya yang berbeda, penamaan guling pun berbeda-beda. Misalnya saja seperti di Korea yang bernama jukbuin, Tiongkok dinamakan zhufuren, dan Jepang yang dinamakan chikufujin.

Merek Guling Terbaik dan Paling Nyaman

Ternyata asal-usul guling cukup menarik, ya? Tak disangka sejarah guling pun cukup panjang dan juga kompleks. Seperti yang kita tahu kalau kini guling dijadikan pelengkap tidur agar lebih nyaman, bahkan beberapa sumber juga ada yang mengaitkan dengan kesehatan.

Kamu tidak perlu bingung mencari merek guling terbaik. Cukup pilih guling INTHEBOX, maka istirahat dan tidurmu dipastikan jadi lebih nyaman. Ukuran guling INTHEBOX yang pas tetunya cocok untuk menjadi teman tidur segala kalangan.

Pelajari inthebox lebih lanjut, di sini

Post Comments

* Required Fields